Mustafa’s Dunya menggabungkan folk, hip-hop, dan pengaruh Timur Tengah, dengan kolaborasi dari Rosalía dan Aaron Dessner.

Kami dapat menerima sebagian dari penjualan jika Anda membeli produk melalui tautan di artikel ini.
Mustafa’s Dunya menggabungkan folk, hip-hop, dan pengaruh Timur Tengah, dengan kolaborasi dari Rosalía dan Aaron Dessner.

Mustafa’s Dunya menggabungkan folk, hip-hop, dan pengaruh Timur Tengah, dengan kolaborasi dari Rosalía dan Aaron Dessner.

Album debut Mustafa Dunya dirilis pada 27 September 2024, dan menampilkan eksplorasi pribadi yang dalam tentang keimanan, trauma, dan kehidupan di komunitas Toronto. Judul album, yang menerjemahkan dari bahasa Arab menjadi “dunia dalam semua kecacatan,” mencerminkan fokus tema tentang kecacatan dan perjalanan Mustafa untuk menemukan kesabaran dan kehilangan yang telah membentuk hidupnya. Dikenal karena menggabungkan musik folk dengan pengaruh dari warisan Sudan, Mustafa membawa instrumen tradisional seperti oud ke dalam komposisinya, menciptakan suara yang unik dan introspektif.
Pada Dunya, Mustafa bekerja sama dengan seniman seperti Rosalía, Aaron Dessner (dari The National), Clairo, dan Nicolas Jaar. Lagu seperti “Nama Tuhan” menjelajahi hubungan Mustafa dengan keimanan Muslimnya, sementara "Gaza Mencari" menyelidiki kisah teman masa kecil yang dipisahkan dari dia oleh konflik yang berlangsung di Gaza. Album ini juga menyentuh kehilangan pribadi, terutama dalam trek "Aku Akan Pergi Mana Saja," di mana Mustafa berduka atas adiknya Mohamed, yang terbunuh secara tragis pada 2023.
Mustafa memiliki latar belakang sebagai penyair dan penulis lagu, telah menulis untuk seniman seperti The Weeknd, Camila Cabello, dan Justin Bieber. Namun, Dunya berbeda dari karyanya sebelumnya di dunia pop, menawarkan akun yang jujur dan kasar tentang pengalaman hidupnya sendiri. Kemampuan Mustafa untuk menggabungkan elemen folk, Timur Tengah, dan hip-hop menjadi narasi yang kohesif telah menarik perbandingan dengan seniman seperti Joni Mitchell dan Sufjan Stevens, sementara menjaga suara unik yang berbicara tentang warisan dan identitasnya.
Dengarkan album ini:
Tonton Mustafa, 'Name Of God' (Live):
Loremorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur.
Block quote
Ordered list
Unordered list
Bold text
Emphasis
Superscript
Subscript