
Soul Reborn meletus dari bayangan dengan Bloody Indifference — sebuah lempengan liar dari amarah death metal yang menghancurkan apati dengan presisi yang beracun. Dibuat oleh riff yang membakar, teriakan gutural, dan lirik yang menghantui, trek ini adalah serangan sonik melawan kebekuan emosi dan toleransi global terhadap penderitaan.
Setiap baris menggali lebih dalam ke dalam kebusukan kekejaman pasif — dari “Cacing selalu memakan mayat yang sama” hingga “Rasakan darah yang melapisi kulit Anda,” band ini melukis gambaran yang mengerikan tentang kebutaan yang disengaja dan kemerosotan sosial. Dengan campuran khas mereka yang terdiri dari kekejaman yang tidak tertahankan dan horor puisi, Soul Reborn memanggil pendengar untuk bangun, merasakan, dan memberontak kembali.
Bloody Indifference bukan hanya sebuah lagu — ini adalah pengalaman visceral, dirancang untuk mengguncang jiwa dan berteriak kebenaran ke dalam kekosongan.
Soul Reborn berdiri sebagai anak perusahaan gitaris Italia Stefano Pelosi. Dikonsep pada 2019, ini berfungsi sebagai platform untuk ekspresi kreatif Stefano, tanpa batasan apa pun. Menangani setiap aspek proyek - dari mengarang musik dan lirik hingga merekam, komposisi drum melalui Superior Drummer 3, produksi, mixing, dan bahkan membuat logo dan karya seni - visi Stefano tetap menjadi miliknya sendiri. Satu-satunya input eksternal adalah vokalis yang dipilih, yang bervariasi dengan setiap album, dan mastering, yang dipercayakan kepada studio luar. Etos musik proyek ini mencakup iterasi modern dari death metal, diinfus dengan pengaruh yang beragam yang mencerminkan latar belakang Stefano yang eklektik. Tidak ada batasan; sebaliknya, Soul Reborn dilihat oleh Stefano sebagai entitas dinamis, terus berkembang. Setiap album tidak berfungsi sebagai tujuan akhir, tetapi sebagai batu loncatan dalam odisei yang terus berkembang, selalu dalam gerak menurut perspektif Stefano.
