Liam Payne (1993–2024) mencapai kesuksesan dengan One Direction setelah The X Factor. Setelah 2016, ia meluncurkan karir solo dengan hits seperti "Strip That Down." Kehidupan pribadinya, yang ditandai dengan hubungan yang terkenal dan kesulitan kesehatan mental, sering membuat berita. Pada Oktober 2024, Payne ditemukan meninggal di Buenos Aires, beberapa hari setelah merilis singel terakhirnya, "Teardrops."

Kehidupan Awal dan Latar Belakang
Liam James Payne lahir pada 29 Agustus 1993, di Wolverhampton, West Midlands, Inggris, kepada Karen Payne, seorang perawat, dan Geoff Payne, seorang fitter. Ia adalah anak bungsu dari tiga bersaudara, tumbuh dewasa dengan dua saudara perempuannya, Nicola dan Ruth. Lahir tiga minggu lebih awal, Payne menghadapi masalah kesehatan sejak kecil, terutama ginjal yang tidak berfungsi yang memerlukan perawatan medis reguler. Meskipun menghadapi tantangan, ia menunjukkan ketabahan, menerima suntikan harian hingga ginjalnya mulai berfungsi sepenuhnya pada akhir kehidupan.
Dari usia dini, Liam memiliki hobi yang dalam untuk musik dan atletik. Ia menempuh pendidikan di St. Peter’s Collegiate School dan melatih di Wolverhampton dan Bilston Athletics Club, berharap untuk berkompetisi di Olimpiade 2012 sebagai atlet lari. Namun, setelah gagal masuk tim, ia fokus kembali pada cintanya untuk musik, bermain bersama Pink Productions Theatre Company. Masa ini dalam teater lokal memberi Payne rasa pertama kali bermain di atas panggung, mempersiapkannya untuk perjalanan ke depan.
The X Factor dan Pembentukan One Direction
Moment Liam Payne mencapai kesuksesan datang pada 2008 ketika, pada usia 14, ia mengikuti audisi untuk The X Factor dengan menyanyikan lagu "Fly Me to the Moon" milik Frank Sinatra. Meskipun ia melalui beberapa tahap, Simon Cowell merasa ia masih terlalu muda dan meminta dia untuk kembali dalam dua tahun. Payne mengambil saran itu serius dan kembali lebih kuat pada 2010, menyanyikan "Cry Me a River," yang mendapatkan ovasi berdiri dari para juri.
Meskipun usaha kedua Liam untuk maju sebagai artis solo berakhir di tahap bootcamp, juri tamu Nicole Scherzinger menyarankan menggabungkannya dengan empat kontestan lainnya—Harry Styles, Niall Horan, Zayn Malik, dan Louis Tomlinson—untuk membentuk boy band. Moment ini menandai kelahiran One Direction, sebuah grup yang akan menjadi salah satu aktor pop terbesar sepanjang masa. Band ini finis ketiga dalam kompetisi tetapi kemudian menandatangani kontrak dengan Cowell's Syco Music.
One Direction: Bintang Dunia
Single debut One Direction, "What Makes You Beautiful," dirilis pada September 2011 dan menjadi hit global, mencapai No. 1 di Inggris dan beberapa negara lainnya. Album pertama mereka, Up All Night (2011), debut di No. 1 di Billboard 200, membuat mereka menjadi grup Inggris pertama yang debut di atas dengan album pertama mereka di AS.
Band ini melanjutkan dengan rilis album sukses lainnya, termasuk Take Me Home (2012), Midnight Memories (2013), Four (2014), dan Made in the A.M. (2015), semua yang mencapai puncak tangga lagu di seluruh dunia. Dikenal dengan hits seperti "Story of My Life," "Best Song Ever," dan "Drag Me Down," One Direction menjadi fenomena budaya pop, dengan tur mereka yang terjual habis dalam beberapa menit dan penggemar mereka—Directioners—menjadi sangat bersemangat.
Liam bermain peran penting dalam proses kreatif band, terutama sebagai penulis lagu. Ia menulis banyak trek band mereka, berkontribusi pada evolusi musik mereka dari pop manis ke suara yang lebih dewasa. Meskipun kesuksesan luar biasa, One Direction mengumumkan hiatus pada 2016, dengan setiap anggota melanjutkan proyek solo.
Karir Solo dan Pertumbuhan Musikal
Liam Payne meluncurkan karir solo pada 2017 dengan perilisan singel debutnya, "Strip That Down," yang menampilkan rapper Quavo. Lagu itu menjadi sukses komersial, mencapai No. 3 di UK Singles Chart dan No. 10 di Billboard Hot 100. Musik solo Payne mengekspresikan suara yang lebih dewasa, dipengaruhi R&B, berbeda dengan gaya pop-rock One Direction.
Pada tahun-tahun berikutnya, ia merilis beberapa trek terkenal, termasuk "Get Low" dengan Zedd, "Familiar" yang menampilkan J Balvin, dan "For You," kolaborasi dengan Rita Ora untuk soundtrack Fifty Shades Freed . Kemampuan Payne sebagai artis menonjol, bekerja sama dengan artis dari berbagai genre dan mengintegrasikan tarian, Latin, dan R&B ke dalam musiknya.
Album debutnya, LP1, dirilis pada Desember 2019, meskipun menerima ulasan campuran. Namun, itu menampilkan keinginan Payne untuk bereksperimen dengan suara yang beragam dan menetapkan identitasnya sebagai artis solo. Meskipun menghadapi tantangan dalam menavigasi dunia musik setelah One Direction, Payne menciptakan ruang bagi dirinya, terus berkolaborasi dengan artis berpengaruh.
Pada Maret 2024, Liam Payne merilis apa yang akan menjadi singel terakhirnya, "Teardrops." Lagu itu, yang kasar dan emosional, menggali perjuangannya pribadi, dengan lirik seperti "I'll make you love me again, I swear / I'm gonna learn how to be a better man," mengungkapkan kedalaman refleksi dirinya sendiri dan keinginan untuk penebusan. lagu itu, diikuti oleh versi akustik kemudian bulan itu, bereaksi dengan para penggemar karena kerentanan dan pengiriman yang tulus. Sekarang tahu bahwa ini adalah rilis terakhirnya, dan dalam terang perjuangan dan kematian yang tidak tepat waktu, "Teardrops" membawa beban emosional yang lebih dalam.
Kehidupan Pribadi, Hubungan, dan Masalah Hukum
Selama karirnya, kehidupan pribadi Payne telah menjadi sorotan media. Ia menjalin hubungan dengan penari Danielle Peazer selama awal One Direction, diikuti oleh hubungan dengan teman masa kecilnya Sophia Smith dari 2013 hingga 2015. Pada 2016, Payne mulai menjalin hubungan dengan bintang pop Cheryl Cole, dengan siapa ia memiliki seorang putra, Bear, yang lahir pada Maret 2017. Meskipun pasangan ini bubar pada 2018, mereka tetap menjadi ayah dan ibu angkat yang aman.
Pada 2019, Payne mulai menjalin hubungan dengan model Maya Henry, dan mereka menjadi pacar pada 2020. Namun, hubungan mereka berantakan, ditandai dengan putus cinta dan kembali bersama. Pasangan ini akhirnya bubar pada 2022, dengan Henry kemudian mengajukan tuntutan hukum terhadap Payne. Pada Oktober 2024, beberapa hari sebelum kematiannya, Henry mengajukan surat peringatan, menuduh Payne melakukan kontak yang obsesif dan perilaku yang mengkhawatirkan terhadapnya dan keluarganya.
Keterlibatan dengan Kesehatan Mental dan Narkoba
Meskipun sukses profesionalnya, Liam Payne telah kritis tentang keterlibatannya dengan kesehatan mental dan penyalahgunaan narkoba. Dalam wawancara, ia membuka tentang tekanan kehidupan bintang, perjuangannya dengan alkoholisme, dan dampak yang dialami dari perhatian media yang konstan. Payne telah mencari bantuan beberapa kali, memikirkan tantangan yang datang dengan kehidupan di bawah sorotan publik. Keterbukaannya tentang isu-isu ini telah membuatnya disukai oleh penggemar, banyak di antaranya memuji keberaniannya dan kejujuran.
Filantropi dan Upaya Lainnya
Di luar musik, Payne telah terlibat dalam filantropi yang dalam. Ia telah mendukung berbagai alasan amal, termasuk UNICEF, Comic Relief, dan organisasi Trekstock yang mendukung remaja yang terkena kanker. Payne telah terus menggunakan platformnya untuk meningkatkan kesadaran tentang isu-isu seperti kesehatan mental, hak anak-anak, dan kemiskinan global.
Kematian dan Warisan
Pada 16 Oktober 2024, Liam Payne ditemukan meninggal di usia 31 setelah meluncur dari lantai ketiga Hotel Casa Sur di Buenos Aires, Argentina. Otoritas setempat mengkonfirmasi kematian di tempat, setelah panggilan darurat terkait "pria agresif" yang mungkin dalam keadaan mabuk atau menggunakan narkoba. Payne berada di Buenos Aires untuk menghadiri konser mantan bandannya, Niall Horan. pada usia 31 setelah dilaporkan jatuh dari lantai tiga Hotel Casa Sur di Buenos Aires, Argentina. Otoritas setempat mengkonfirmasi kematiannya di tempat kejadian, setelah menerima panggilan darurat terkait "pria agresif" yang mungkin berada di bawah pengaruh obat atau alkohol. Payne berada di Buenos Aires untuk menghadiri konser mantan rekannya, Niall Horan.
Kematian tiba-tiba Payne membuat penggemar dan industri musik terkejut, dengan penghormatan mengalir dari seluruh dunia. Warisan Liam Payne melampaui kesuksesannya sebagai anggota One Direction. Pengaruhnya sebagai penulis lagu, artis solo, dan tokoh publik terus berdampak. Perjalanan dari seorang anak kecil di Wolverhampton menjadi bintang pop internasional menunjukkan ketabahan dan fleksibilitasnya dalam industri yang sering kali tidak terlalu mudah.
Ketika karir dan kehidupan Payne diingat, kontribusinya pada industri musik dan dampaknya pada budaya pop tidak dapat dipungkiri. Dari awalnya di The X Factor hingga kesuksesan solo dan upaya filantropinya, Liam Payne akan diingat sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam musik pop modern

Liam Payne, 31, ditemukan meninggal di Buenos Aires, beberapa hari setelah mantan pacarnya Maya Henry mengajukan surat peringatan yang mengatakan Payne melakukan perilaku obsesif.