Temukan Teddy Swims, seniman berbasis Atlanta yang telah mengumpulkan lebih dari 870 juta stream global, pengikut media sosial lebih dari 10 juta, dan album debut yang masuk lima besar di Australia dan Selandia Baru. Dapatkan pandangan mendalam tentang perjalanannya dari cover viral ke kesuksesan tangga lagu.

Kami dapat menerima sebagian dari penjualan jika Anda membeli produk melalui tautan di artikel ini.
Temukan Teddy Swims, seniman berbasis Atlanta yang telah mengumpulkan lebih dari 870 juta stream global, pengikut media sosial lebih dari 10 juta, dan album debut yang masuk lima besar di Australia dan Selandia Baru. Dapatkan pandangan mendalam tentang perjalanannya dari cover viral ke kesuksesan tangga lagu.

Temukan Teddy Swims, seniman berbasis Atlanta yang telah mengumpulkan lebih dari 870 juta stream global, pengikut media sosial lebih dari 10 juta, dan album debut yang masuk lima besar di Australia dan Selandia Baru. Dapatkan pandangan mendalam tentang perjalanannya dari cover viral ke kesuksesan tangga lagu.

Teddy SwimsTeddy, bernama Jaten Dimsdale, adalah seniman yang sulit untuk dikategorikan dengan mudah. Berakar di Atlanta, Georgia, dia adalah fenomena penggabung genre yang memadukan unsur pop, soul, hip-hop, dan R&B dengan mudah. Perjalanannya dari studio kamar tidur darurat menuju kontrak rekaman dengan Warner Records adalah dongeng zaman sekarang, didorong oleh suara yang serbaguna sekaligus memikat.
Siapa itu Teddy Swims? Nama artis ini adalah singkatan dari "Someone Who Isn't Me Sometimes," sebuah penghormatan pada kepribadian kreatifnya yang multifaset. Lahir pada 25 September 1992 di Conyers, GA, Swims dipengaruhi sejak kecil oleh kakeknya, seorang pendeta Pentakosta. Meskipun ia sempat bermain sepak bola, musik adalah panggilan sejatinya, terinspirasi oleh beragam artis mulai dari Stevie Wonder dan Marvin Gaye hingga India.Arie dan Frank Ocean.

Setelah lulus sekolah menengah, Swims menyanyi di band hard rock lokal dan menyumbangkan suaranya pada berbagai proyek, termasuk band cover di resepsi pernikahan, grup metalcore, dan kolaborasi dengan artis hip-hop. Pada 2019, ia tampil bersama Tyler Carter, penyanyi utama band Issues, dan sahabatnya Addy Maxwell, memperluas audiens serta repertoar musikalnya. Pada saat yang sama, Swims juga tergabung dalam band funk-rock Elefvnts, dan act hard rock berpengaruh country, WildHeart.
Kariernya mengambil titik balik pada 25 Juni 2019, saat ia mengunggah cover Michael Jackson "Rock with You." Video itu cepat menjadi viral, menghasilkan deretan cover termasuk "You're Still The One" dari Shania Twain, dengan penayangan ratusan juta 145m. Ketenaran baru ini menarik perhatian Warner Records, yang menandatangani kontraknya pada Januari 2020. Lagu orisinal pertamanya, "Picky," dirilis dalam versi akustik dan elektrik, lalu diikuti "Broke," yang menampilkan Thomas Rhett dan muncul di EP "Unlearning" miliknya pada 2021.
Album debut Swims, "I've Tried Everything But Therapy (Part 1)," rilis pada 15 September 2023. Single pertamanya, "What More Can I Say," menjadi pengantar untuk proyek penuh yang meraih pujian kritis. Single "Lose Control" menandai kemunculannya pertama di Billboard Hot 100, menembus posisi No. 67. Album itu meraih posisi 61 di tangga lagu pop AS dan masuk Lima Besar di Australia serta Selandia Baru.
Dikelola oleh Luke Conway, Swims telah bersikap strategis terhadap kariernya. Ia berkolaborasi dengan penulis lagu-producer senior seperti Julian Bunetta dan John Ryan, menyempurnakan suaranya dan visinya sebagai seniman. Lagu "Lose Control" menjadi titik sorot, dianggap banyak orang sebagai "golden egg," puncak dari kerja keras bertahun-tahun dan eksplorasi artistik.
Di luar musik, Swims juga menguasai seni media sosial. Dengan jutaan pengikut di platform seperti Instagram, TikTok, dan Facebook, ia membangun komunitas yang jauh melampaui musiknya. Kanal YouTube-nya saja memiliki lebih dari sejuta pelanggan dan berfungsi sebagai pusat segala hal tentang Teddy Swims, dari video musik hingga cuplikan di balik layar.
Penampilan live-nya adalah lapisan lain dari kariernya yang multifaset. Saat ini sedang tur 43 tanggal di Amerika Utara, Swims membuktikan bahwa ia bukan sekadar artis studio, tetapi juga performer yang mampu menguasai panggung. Konsernya adalah pengalaman, lengkap dengan set panggung yang mewah dan band live yang menambah dimensi baru pada musiknya.
Untuk pencapaian, meski penghargaan spesifik mungkin belum banyak di raknya, angkanya berbicara keras. Dengan lebih dari 870 juta stream global dan pengikut sosial media yang melampaui 10 juta, Swims telah mencapai tingkat kesuksesan yang hanya bisa didambakan banyak artis. Dan ia melakukannya dengan gayanya sendiri, tanpa mengorbankan integritas artistiknya.
Melihat ke depan, masa depan Teddy Swims sangat cerah. Dengan perilisan album debut "I've tried everything, but therapy", ia menunjukkan tidak ada tanda-tanda pelan. Baik suara soulful-nya, gayanya yang menembus batas genre, maupun kepribadiannya yang autentik, Teddy Swims telah merebut hati jutaan orang. Dan ini baru awalnya.